Ente suka house music? gak tau? itu lho lagu yg biasa dipake aerobic oleh ibuk-ibuk #wakwau :v Nah disini ane bakal bahas tentang asal usul sejarah genre lagu tersebut.Genre nya dinamakan FUNKOT.

Funkot adalah jenis musik yang sering dimainkan pada klub – klub dan
diskotik di daerah Kota. Musik ini merupakan sub genre dari musik house
atau funky dimana musik dimainkan dengan tempo upbeat dan dengan bass
line yang menggema, sangat cocok untuk mengiringi para pengunjung
‘berdugem’ ria. Funky Kota sendiri merupakan pengembangan lanjut dari
musik house dimana terdapat unsur – unsur musik lokal Indonesia yang
dimasukkan seperti dangdut, campur sari, gamelan, dan sebagainya
walaupun tidak selalu. Umumnya musik Funkot merupakan versi remix dari
musik - musik lokal Indonesia yang sedang naik daun, namun tidak jarang
pula para DJ Funkot yang me-remix musik – musik dari artis – artis luar
negeri. Kata Funky Kota itu sendiri muncul dengan hanya menggabungkan
kata Funky dan Kota yang digunakan untuk menyebut jenis musik disko yang
sering dimainkan di daerah Kota. Funky Kota juga memiliki sebutan lain
seperti House Kota, Timplung, dan Tung – Tung. Untuk sebutan yang
terakhir, Tung –Tung, merupakan kata yang terbentuk berdasarkan bunyi
dari musik Funky Kota itu sendiri yang menyerupai suara tung – tung –
tung – tung. Musik ini kadang diidentikkan dengan musik terminal karena
biasanya musik ini dimainkan pada diskotik di dekat terminal dimana
pengunjungnya adalah para supir angkutan.
Genre ini sebenernya asal-usul kemunculannya masih belum diketahui dan masih misterius,akan tetapi menurut riset dari beberapa para ahli yang sangatlah amat sangat professional (lebay amat -_-)bahwa perkembangan musik ini tidak terlepas dari peran salah satu
pelopor aliran musik ini yaitu grup musik Barakatak. Grup musik yang
sebenarnya telah ada pada era 90-an ini baru terdengar dan terkenal oleh
anak – anak muda sejak beberapa tahun lalu berkat jasa situs broadcast
yang sangat terkenal yaitu Youtube (sumpah nek gak roh kebangeten) Barakatak mulai dikenal lewat video
klip yang berjudul ‘Buka – bukaan’. Lagu tersebut merupakan versi remix
dari lagu ‘dragostea din tei’ yang populer akibat film animasi ‘Chicken
Little’. Lagu yang dipopulerkan oleh grup musik asal Moldova, O-Zone
tersebut kemudian diparodikan, diganti liriknya menjadi bahasa Indonesia
dan dikemas dengan video klip yang sangat jenaka. Dari situ lah nama
Barakatak diingat sebagai keyword Youtube untuk video – video yang lucu.
Mungkin sejak saat itulah semakin mencuatlah kata Fungky Kota ke kancah
musik Indonesia. Namun selalu saja ada kontroversi, banyak orang yang
mengkritik Barakatak hanya sebagai musik murahan, kampungan, dan hanya
berfungsi sebagai gimmick doang.Beberapa pendapat mengatakan bahwa musik Funkot dan musik selatan tidak
dapat disejajarkan, musik Funkot tidak dapat dimainkan di klub – klub
elit karena dapat memberikan kesan kampungan dan ‘norak’. Ini yang
menyebabkan musik Funkot dipandang sebelah mata oleh beberapa kalangan.
Banyak orang yang menganggap Funkot tidak dapat masuk ke segmen menengah
– atas karena perbedaan tingkat selera, seperti musik dangdut dan musik
pop. Padahal bayaran seorang DJ Funkot tidak berbeda dengan DJ genre
lainnya, seorang DJ Funkot senior dapat meraup bayaran hingga 25 juta
untuk satu show saja. Ini menunjukkan bahwa Funkot tidak murahan dan
memiliki kapasitas sama dengan DJ – DJ lainnya
Dan satu hal lagi,di daerah ane ini,Blora,banyak orang-orang menyebut genre ini sebagai "House Music" ato "Remix" gitu :v .Sebenernya kata remix sangatlah ga cocok buat sebutan genre ini,karena remix bisa juga dibuat dari genre EDM selain funkot ini, contohnya adalah Progressive House,Trance,Trap,Dubstep,dll.Semoga dengan tulisan ini para reader dapat mengenal tentang asal-usul genre Funkot ini.